“di Nihonmaru semua hal bisa terjadi…
dan
apa yang akan terjadi,
kita
tak akan pernah mengetahui....”
Pernah mendengar lirik
lagu itu? Percaya atau tidak, berawal dari NIHONMARU semua hal benar-benar bisa
terjadi, termasuk MODUS!
Selain kesibukan mau PK,
tesuto tanpa henti, dan UTS, mahasiswa Program Studi Jepang 2011 juga sibuk saling
me-modus-i dan di-modus-i! Mulai dari me-modus-i senpai, di-modus-i senpai, dan modusin sesama
angkatan. Untungnya (dan mudah-mudahan) sih gak ada
yang me-modus-i ‘sesamanya’.
Bahkan ada yang berawal
dari modus-modusan, berakhir dengan jadian. Contohnya, si A dan
C 2011. Kalo diamati, sepertinya akan ada pasangan
berikutnya yang tinggal menghitung hari menuju tanggal jadian. Namanya tidak
perlu disebutkan, sebut saja M dan B. Semoga mereka gak perlu mikir panjang lebar buat jadian (karena panjang dikali lebar sama dengan luas), daripada negara api
keburu menyerang dan semua keburu berubah (?). Tapi tahukah anda bahwa
sebenarnya ada oknum yang cemburu kalo M dan B sedang bersama? Sebut saja
namanya M2,
dan anggap saja dia angkatan 2011 prodi Jepang. M2 yang kesehariannya me-modus-i B, tiba-tiba terpuruk
begitu mengetahui kalo B lebih memilih M dibanding dirinya (kemudian M2 bernyanyi “jadikan aku
yang kedua”).
Selain me-modus-i, prodi Jepang 2011 juga punya kesibukan
lain. Kami
sibuk ‘bermain kelelawar’ setiap hari, ada juga yang kecanduan bermain tenis. Salah satu
anak Jepang 2011 yang kecanduan tenis adalah EA, walaupun belom bisa service dia
tetap menyukai tenis dan terus berusaha agar pukulan-pukulannya menjadi baik. Selain itu juga prodi Jepang 2011 turut serta dalam ‘menjaga’ payung-payung
di sekitar Kansas sebelum di invasi oleh program studi lain, sibuk bergalau dan
berlabil ria layaknya remaja remaja abad milenium di twitter, atau sibuk
fangirling bersama di laptop, dan bahkan sibuk bergunjing di payung-payung
terdekat. Ah… mahasiswa memang sibuk.


05.00
HIMAJA FIB UI
Posted in
No Response to "Seputar 2011: Dari Modus, Kelelawar, sampai Kecanduan Tenis"
Posting Komentar